Kamis, 09 Oktober 2014

PERAN CUACA TERHADAP LEVEL KETINGGIAN PENERBANGAN



Peran cuaca didalam suatu penerbangan selalu dihubungkan kedalam tiga level ketinggian penerbangan yang ada, yaitu :
1.      Level rendah
Pesawat terbang berukuran kecil dan helikopter, paling banyak melakukan penerbangan rendah. Penerbangan rendah sangat tinggi sensitifitasnya kepada cuaca karena di lapisan udara dibawah 3 km, cuaca sangat beragam dan sangat berubah-ubah. Penerbangan rendah umumnya berada di bawah dan di bagian bawah awan, sehingga pesawat yang melakukan penerbangan rendah menemui banyak perubahan arah dan kecepatan angin, dan masuk-keluar bagian bawah awan yang umumnya bergolak-galik. Biasanya dalam penerbangan rendah digunakan aturan terbang visual (Visual Flight Rules = VFR) yaitu batasan-batasan (kondisi cuaca) yang dipersyaratkan suatu penerbangan boleh dilakukan secara visual.

 2.      Level tengah
Penerbangan level tengah adalah penerbangan pada paras tengah antara 3 km dan 8 km. Penerbangan pada paras tersebut masih mengalami banyak perubahan arah dan kecepatan angin, masuk-keluar di bagian tengah dan bagian atas awan, serta dalam udara bersuhu sekitar 0 oC dan atau di atas paras beku (paras dengan suhu 0 oC), serta dalam udara bertekanan rendah. Penerbangan tengah sering melewati dan terbang di dalam serta di puncak awan.

Pengaruh awan Kumulus tinggi dan Kumulonimbus masih cukup besar. Peng-es-an mudah terjadi dalam paras penerbangan level tengah dimana selain suhu udaranya rendah kadar air dalam udara msih cukup tinggi. Oleh karena itu informasi tentang kedua jenis awan tersebut sepanjang jalur dan wilayah penerbangan sangat diperlukan.

3.      Level tinggi
Penerbangan level tinggi adalah penerbangan yang lebih tinggi dari 8 km. Umumnya berada pada paras di atas awan. Pengaruh cuaca di bawahnya kecil kecuali di atas siklon tropik yang kuat. Angin setempat umumnya tidak banyak perubahan; tetapi suhu udara sangat rendah. Peng-es-an masih mungkin terjadi utamanya di bagian paras paling bawah yang masih mengandung banyak uap air.
Penerbangan level tinggi umumnya melakukan penerbangan jauh dan lama. Perubahan cuaca yang dirasakan adalah perubahan yang berkaitan dengan perubahan tempat, utamanya bagi penerbangan di kawasan lintang tinggi atau penerbangan yang menuju kearah meridional (utara – selatan). Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan ketinggian tekanan, ketinggian potensial, dan perubahan suhu.

Apabila penerbangan dilakukan pada paras tekanan tetap, pesawat dapat mengalami perubahan ketinggian dan bila terbang dalam paras ketinggian tetap, pesawat terbang mengalami perubahan tekanan. Perubahan arah dan kecepatan angin, dan juga perubahan suhu berkaitan dengan perubahan tekanan atau ketinggian tersebut. Bila penerbangan di atas kawasan khatulistiwa maka sepanjang penerbangan tidak banyak mengalami perubahan tekanan sebaliknya penerbangan yang melintas dari arah khatulistiwa ke arah kutub atau sebaliknya mengalami perubahan tekanan yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

songs

rotary wings