Rabu, 04 Maret 2015

Skala Prioritas Keselamatan dan Pelayanan Penerbangan

Skala Prioritas Keselamatan dan Pelayanan Penerbangan





Manusia secara sadar maupun tidak sadar memiliki kebutuhan yang sangat banyak dibandingkan dengan sumber daya yang jumlahnya terbatas.

Dengan alasan itu maka manusia harus bisa memilih dan menentukan mana kebutuhan yang di anggap paling penting dan paling utama dibandingkan dengan kebutuhan yang lain.

Skala prioritas adalah suatu daftar bermacam - macam kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingannya, yaitu dari yang paling penting sampai dengan kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya.

Langkah - langkah dalam membuat skala prioritas adalah sebagai berikut :
a. Mencatat/melihat semua kebutuhan yang ada.
b. Membuat urutan kebutuhan / kepentingan berdasarkan tingkat urgensinya.
c. Membuat beberapa catatan kebutuhan alokasi dana yang ada.
d. Memilih catatan kebutuhan yang paling memberi manfaat secara optimal.
e. Belanja sesuai dengan daftar yang telah ditentukan.

Ada 4 hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas, yaitu:
1. Tingkat Urgensi
2. Kesempatan yang Dimiliki
3. Pertimbangan Masa Depan
4. Kemampuan Diri

1. Tingkat Urgensi
yaitu bagaimana menentukan pilihan yang harus didahulukan selain harus perlu dipertimbangkan sampai seberapa jauh tingkat kepentingan hal tersebut.

Contohnya pelayanan yang diberikan terhadap Uncompanied Minor (UM), Wheel Chair, orang sakit ataupun orang-orang memerlukan penangan khusus didalam suatu penerbangan. 

2. Kesempatan yang Dimiliki
adalah apabila suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka hal itu perlu dipertimbangkan untuk didahulukan.

Contohnya kondisi / keadaan darurat, maka keselamatan merupakan hal yang paling diutamakan.

3. Pertimbangan Masa Depan
adalah suatu kondisi dalam menghadapai pilihan yang sulit, maka faktor masa depan juga perlu dipertimbangkan.

Contohnya  aspek keselamatan penerbangan terhadap masa depan maskapai

4. Kemampuan Diri
adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.

Contohnya kemampuan didalam melayani penumpang, dalam hal ini jangan pernah memberikan janji kepada penumpang diluar kemampuan kita bekerja sebagai seorang maskapai.
 
Keselamatan Penerbangan VS Kenyamanan Penerbangan
Mana yang lebih penting, Keselamatan penerbangan atau Kenyamanan Penerbangan?

Kalau kita sebagai orang yang bekerja dibidang penerbangan pasti memilih keselamatan akan tetapi kalau kita sebagai penumpang pasti memilih kenyamanan seperti yang dijanjikan oleh pihak maskapai.

Dewasa ini arti keselamatan penerbangan dan pelayanan kenyamanan didalam penerbangan hampir beda tipis karena kedua-duanya harus dimunculkan berbarengan oleh perusahaan penerbangan agar bisa berkompetisi didalam menarik minat customernya. Akan tetapi kenyataannya maskapai saat ini seolah hanya pingin memanjakan penumpangnya saja dengan memberikan pelayanan terbaik tanpa memikirkan aspek keselamatan yang ada. Hal inilah yang memaksa pemerintah melalui mentri perhubungan menerapkan sanksi yang tegas terhadap pihak maskapai yang tidak memperhatikan keselamatan penerbangan melalui UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

Ada pepatah yang mengatakan pelanggan adalah raja, itu memang benar. Didalam ilmu ekonomi tidak ada penumpang maka suatu perusahaan bisa akan tutup, akan tetapi didalam hal ini seorang penumpang juga harus sadar akan arti penting standar keselamatan yang yang diterapkan oleh perusahaan penerbangan.

Standar keselamatan yang diterapkan oleh pihak maskapai berdasarkan UU penerbangan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan juga dari organisasi penerbangan dunia, ICAO.
Sehingga dapat dikatakan jikalau keselamatan sudah terjamin maka kenyamanan yang dijanjikan oleh perusahaan penerbangan akan dapat diberikan.

Berikut ada beberapa standar keselamatan yang diterapkan selama didalam penerbangan yang harus diperhatikan sebagai seorang penumpang terkait dengan kenyamanan yang akan didapatkannya, yaitu:
1. Lampu petunjuk
Ada beberapa lampu petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :
-          Lampu tanda dilarang merokok
-          Lampu tanda kenakan sabuk pengaman

2. Pintu darurat
Ada beberapa kategori orang yang tidak boleh duduk dekat pintu darurat, seperti :
-          Orang yang sudah tua dan butuh bantuan
-          Anak-anak
-          Orang sakit
-          Orang dengan mental terbelakang
-          Orang dengan kursi roda
-          Orang cacat secara fisik termasuk tunanetra
-          Dan lain-lain yang menjadi kebijakan perusahaan penerbangan

3. Membaca buku panduan keselamatan bergambar yang terletak didepan kursi penumpang
4. dan lain-lain

Dengan adanya beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan skala prioritas di atas, maka alangkah baiknya apabila kita membuat daftar kebutuhan yang kita inginkan sebanyak-banyaknya, kemudian urutkan mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda tanpa mengabaikan kenyaman penumpang didalam suatu pelayanan penerbangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

songs

rotary wings